
Setoran Minim, Desak Pendapatan Naik
Submitted by Administrator on Thu, 01/14/2010 - 17:10
Komisi B DPRD Bojonegoro mendesak PD Pasar meningkatkan pendapatan ke kas daerah. Alasannya, hingga kini pendapatan pasar yang disetorkan ke kas daerah masih minim. ''Meski sudah melampui target tahun lalu tapi kami percaya PD pasar bisa,'' sekretaris Komisi B DPRD, Mitroatin saat memimpin hearing komisi dengan PD P kemarin (13/1),
Apalagi, lanjut dia, retribusi PD Pasar juga dilakukan setiap hari kepada pedagang. Karena itu, pihaknya ingin mengetahui jumlah retribusi pedagang pasar yang dipungut tiap hari.
Menjawab pertanyaan Komisi B, Direktur PD Pasar Bojonegoro Djoko Prasetyo menjelaskan, saat ini ada 12 pasar di Bojonegoro yang dikelola oleh PD Pasar. Dari jumlah itu dua pasar diantaranya memberikan kontribusi terbesar. ''Yaitu pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Banjarejo,''ungkapnya.
Pertanyakan Akurasi Alat Uji Paving
Submitted by Administrator on Thu, 01/14/2010 - 17:00
Komisi D DPRD Bojonegoro mempertanyakan akurasi alat yang digunakan menguji kualitas paving di lapangan. Pertanyaan itu muncul setelah komisi ini sidak beberapa hari lalu. Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Ali Huda menyatakan, saat ditanya, semua kontraktor mengaku kualitas pavingnya K 300.
''Tapi setelaah diuji semua kualitasnya malah K 400,'' katanya dalam hearing dengan dinas pekerjaan umum setempat.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bojonegoro Andi Tjandra menjelaskan bahwa alat uji paving ada sertifikatnya. Setiap tahun, alat itu juga ditera ulang di Bandung.
Sementara itu, koordinator Forum Pelaksana Jasa Konstruksi (FPJK) Usman Basri menyatakan, program paving mengakibatkan seluruh kontraktor di Bojonegoro tidak bekerja. Alasannya, dana pengadaan Rp 42 miliar dibagi hanya menjadi lima paket. Artinya, setiap paket besarnya sekitar Rp 8,5 miliar lebih. ''Ini tidak terjangkau kontraktor lokal,'' katanya saat bertemu Bupati Suyoto di ruang Batik Madrim.
Tiga Perangkat Desa Dilantik
Submitted by Administrator on Thu, 01/14/2010 - 16:50
Tiga perangkat Desa Campurejo Bojonegoro, Selasa (12/1) malam lalu resmi dilantik oleh kades setempat. Tiga perangkat desa yang dilantik itu, antara lain kasun Poh Agung, Kasun Mlaten, dan Kaur Pembangunan ''Mereka dilantik setelah dinilai lulus dalam tes yang dilakukan pada bulan lalu,''kata Budi Utomo Kepala Desa Campurejo Bojonegoro kepada wartawan koran ini kemarin.
Dia menambahkan, Bahar Surya Wijaya menggantikan S. Gondo sebagai Kasun Poh Agung, Puji Lestari sebagai kasun baru karena sebelumnya belum ada, sementara Dhani Kurbiawan menggantikan Samingan sebagai Kaur Pembangunan.
Hadir dalam pelantikan tersebut adalah Wiji Wiyono, camat Bojonegoro, AKP Supriyono selaku Kapolsek Kota, Danramil Kota Kapten Inf Samidi, dan Kabag Pemerintahan Kusnandaka Tjatur mewakili bupati.
Hari Ini Panpel-Sukur Dipanggil Komdis PSSI
Submitted by Administrator on Thu, 01/14/2010 - 16:40
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kembali memanggil panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persibo Bojonegoro dan Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto. Mereka dipanggil terkait penyulutan kembang api di tribun utama Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro saat laga Persibo menjamu PSS Sleman beberapa waktu lalu.
Surat panggilan itu sudah diterima pengurus Persibo. Dalam surat tertanggal 11 Januari lalu yang ditandatangani Sekjen PSSI Nugraha Besoes disebutkan bahwa panpel dan Sukur dipanggil ke sekretariat PSSI nanti sore pukul 15.00. ''Kami sudah menerima suratnya,'' aku Manajer Persibo Bojonegoro Letkol Inf Taufik Risnendar.
Menurut dia, surat tersebut telah diberikan kepada panpel dan Sukur. Taufik berharap hukuman yang diberikan komdis PSSI nantinya tidak berpengaruh terhadap pertandingan home Persibo. ''Saya berharap kita bisa terus bermain di kandang,'' harapnya.
Radi Amir Sekretaris DPD PG?
Submitted by Administrator on Thu, 01/14/2010 - 16:30
Penyusunan kepengurusan DPD II Partai Golkar Bojonegoro periode 2010-2015 sudah hampir selesai. Dari informasi yang dihimpun Radar Bojonegoro, jabatan sekretaris kabarnya diserahkan kepada Ketua FPG DPRD Radi Amir. Sedangkan bendahara tetap dipercayakan kepada Puji, yang juga bendahara lama.
Kini, penyusunan kabinet DPD II PG Bojonegoro tinggal merampungkan kepengurusan yang belum terisi. Kepengurusan ini rencananya akan diisi oleh pimpinan kecamatan (PK). "Yang jelas, untuk posisi sekretaris dan bendahara sudah ditentukan, yakni Radi Amir dan Puji," ungkap salah satu sumber di internal PG, kemarin (13/1).
Ketua DPD II PG Bojonegoro M. Thalhah mengatakan, saat ini tim formatur masih terus membahas untuk mengisi kepengurusan. Menurut dia, penyusunan kepengurusan belum selesai. "Ini masih terus koordinasi dan rapat," katanya























